• This is default featured slide 1 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 2 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 3 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 4 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 5 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

HTML dan CSS Dasar

Pada bab-bab sebelumnya, kita telah berkenalan sekilas dengan dunia web. Sekarang kita akan langsung masuk dan mencoba membuat dokumen HTML sederhana, agar konsep-konsep yang telah dijelaskan sebelumnya menjadi lebih jelas.

Untuk menyegarkan pikiran, sebelum masuk ke dalam kode, kita akan melihat kembali perbedaan antara HTML dan CSS:
  • HTML merupakan bahasa penanda yang digunakan untuk memberikan konten (teks) struktur dan makna semantik.
  • CSS adalah bahasa yang digunakan untuk memberikan konten gaya penampilan yang bagus.
Contoh sederhananya, sebuah paragraf teks direpresentasikan dengan penanda lstinline{p} pada HTML. Memberikan penanda lstinline{p} pada konten dalam HTML berarti menandakan konten tersebut berada di dalam sebuah paragraf. CSS kemudian digunakan untuk menentukan ukuran teks, warna teks, spasi, dan berbagai gaya tampilan dari paragraf tersebut.

Oke, setelah pikiran anda segar kembali dengan konsep HTML dan CSS, mari kita lihat berbagai hal yang membuat dokumen HTML menjadi, emph{well}, dokumen HTML.

Elemen, Tag, dan Atribut

Sebelum masuk lebih jauh, kita akan melihat tiga istilah utama yang harus diketahui ketika menulis HTML. Ketiga istilah tersebut ialah elemen, tag, dan atribut
  • Elemen
Elemen HTML merupakan komponen yang menetapkan peran sebuah objek dalam dokumen, termasuk struktur dan konten dari objek tersebut. Contoh dari sebuah elemen HTML ialah p ataupun b yang telah dicontohkan pada bagian-bagian sebelumnya. Elemen-elemen populer lain dalam HTML misalnya a, h1, div, span, em, ataupun strong.

Kode di bawah menunjukkan contoh dari elemen a yang digunakan untuk membuat hyperlink ke halaman lain:
<a> 
  • Tag
Sebuah elemen biasanya direpresentasikan oleh tag. Tag pembuka menandakan elemen tersebut dimulai, dan tag penutup menandakan akhir dari sebuah elemen. Tag pembuka direpresentasikan dengan nama elemen yang diapit simbol “<>”, contohnya <a>. Tag penutup dituliskan dengan menambahkan garis miring (“/”) setelah simbol “<”. Misalnya, tag penutup untuk elemen a adalah </a>.

Berikut adalah contoh pengunaan tag a untuk membuat sebuah link:
<a>Ini adalah sebuah link</a> 
  • Atribut
Atribut merupakan informasi tambahan yang dapat kita berikan untuk sebuah elemen. Setiap elemen memiliki atribut yang berbeda-beda, meskipun terdapat beberapa atribut standar yang dapat digunakan oleh semua elemen.

Atribut khusus elemen dibuat ketika nilai atribut tersebut memang hanya pantas digunakan untuk elemen tersebut. Misalnya, untuk elemen img yang digunakan untuk menampilkan gambar, terdapat atribut untuk menentukan di mana sumber gambar yang akan ditampilkan di simpan. Atribut ini tentunya tidak akan berguna untuk elemen p, yang hanya menampilkan teks.

Atribut standar yang dimiliki oleh semua elemen sendiri merupakan atribut yang umumnya dapat diimplementasikan oleh semua elemen, misalnya atribut “id” untuk identifikasi elemen, atau “class” untuk klasifikasi elemen.
Kode di bawah menunjukkan contoh elemen a yang digunakan dengan atribut wajib elemen tersebut (href):
<a href=``http://www.bertzzie.com''>Ini adalah sebuah link</a>
Kode di atas memberikan contoh atribut href yang dimiliki oleh elemen a. Atribut ini berguna untuk memberikan referensi hyperlink dari sebuah elemen (karenanya namanya “href” - hyperlink reference). Atribut-atribut yang dimiliki oleh tiap-tiap elemen akan dibahas lebih lanjut ketika pembahasan dari sebuah elemen dilakukan.

Struktur Dokumen HTML

Sebuah dokumen HTML memiliki struktur tertentu yang harus dipatuhi. Struktur minimal yang harus dimiliki sebuah dokumen HTML dapat dilihat pada kode di bawah:
<!DOCTYPE html>
<html lang="en">
  <head>
    <title>...</title>
  </head>
  <body>
    ...
  </body>
</html> 
 
Apa arti dari struktur tersebut? Mari kita lihat satu per satu.
  • Elemen DOCTYPE digunakan untuk memberikan informasi kepada browser mengenai versi HTML yang digunakan oleh dokumen. Pada listing~ref{code:struktur-html}, versi HTML yang digunakan adalah HTML5.
  • Elemen HTML, elemen ini mengandung keseluruhan dokumen HTML, yang berarti tag pembuka elemen HTML merupakan tanda awal dokumen HTML, dan tag penutup adalah tanda akhir dokumen.
  • Elemen head, elemen head pada dokumen digunakan untuk menguraikan berbagai meta data (informasi yang berkaitan dengan dokumen), judul dokumen, dan tautan dokumen ke berkas-berkas eksternal. Berbagai data yang ada di dalam elemen head tidak akan nampak pada halaman web hasil tampilan browser.
  • Elemen title, memberikan judul dokumen.
  • Elemen body, elemen ini merupakan penampung dari isi konten dokumen yang akan ditampilkan kepada pengguna.

Untuk lebih jelasnya, buat sebuah file dengan nama pengenalan-html.html yang berisi kode berikut:
<!DOCTYPE html>
<html lang="en">
  <head>
    <title>Pengenalan HTML</title>
  </head>
  <body>
    <h1>Berita Utama</h1>
    <p>
        Elemen h1 digunakan untuk menandakan sebuah header dari teks
        (h1 == header 1). Konten teks ini sendiri berada di dalam
        sebuah paragraf, yang ditandai oleh elemen p.
    </p>
    <p>
        Paragraf kedua.
    </p>
  </body>
</html> 
 
Buka file tersebut pada browser (dapat dilakukan dengan klik dua kali, ataupun melalui menu File -> Open... pada browser).
Pemetaan Kode pengenalan-html.html dengan Hasil Tampilan
Pemetaan Kode pengenalan-html.html dengan Hasil Tampilan

Gambar Pemetaan Kode pengenalan-html.html dengan Hasil Tampilan menunjukkan hasil tampilan dari kode pada pengenalan-html.html, beserta dengan pemetaan antara elemen HTML dengan tampilan hasil olahan browser.

Pada gambar Pemetaan Kode pengenalan-html.html dengan Hasil Tampilan dapat dilihat bahwa elemen title ditampilkan pada bagian atas browser, dan isi dari body ditampilkan seluruhnya oleh browser. Perhatikan juga bahwa terdapat jarak spasi antara elemen p pertama dengan elemen p kedua, sebagai pemisah antar paragraf. Secara otomatis browser dapat membaca bahwa terdapat dua paragraf, dan biasanya dua paragraf yang berbeda akan memiliki jarak. Seperti yang telah dijelaskan pada bagian Browser dan Kode Klien, jarak antar paragraf ini akan berbeda-beda, tergantung dengan browser yang digunakan. Perhatikan juga bahwa jarak antar p berbeda dengan jarak antara h1 dengan p. Hal ini dikarenakan elemen h1, sebagai kepala teks, dianggap memiliki makna khusus, sehingga harus ditonjolkan (dengan menebalkan dan memperbesar huruf, serta memberi jarak yang lebar antara elemen h1 dengan elemen-elemen lainnya).

Dasar CSS

Untuk dapat mengerti bagaimana menggunakan CSS, terlebih dahulu kita harus mengerti tiga istilah dasar yang digunakan dalam CSS, yaitu selector, property, dan value. Pembahasan mengenai makna dari ketiga istilah tersebut akan dilakukan pada bagian selanjutnya.
  • Selector
Sebagai bahasa yang digunakan untuk memberikan gaya tampilan, CSS menggunakan metode deklaratif untuk menspesifikasikan bagian HTML yang ingin diberikan gaya tampilan. Pemilihan elemen HTML dilakukan dengan menspesifikasikan selector. Kode di bawah memberikan contoh dari sebuah selector, yang dapat digunakan untuk memberikan gaya tampilan terhadap seluruh elemen p yang ada pada dokumen HTML:
p {
    ....
}
Pada kode di atas, yang dikatakan selector ialah kode “p”. Singkatnya, sebuah selector merupakan seluruh kode yang berada sebelum “{}”.
Selector yang diberikan pada kode di atas melakukan pemberian gaya pada seluruh elemen p yang ada dalam dokumen. Selain memberikan desain pada seluruh elemen seperti ini, selector juga dapat memberikan desain secara lebih spesifik: melalui klasifikasi, identitas, ataupun berbagai atribut lainnya dari sebuah elemen. Pembahasan selector secara mendalam dapat ditemukan pada bab.
  • Property
Sebuah properti menentukan berbagai parameter desain yang dapat diubah dari sebuah elemen yang dipilih oleh selector. Untuk lebih mudahnya, perhatikan kode di bawah:
p {
    color: ...;
    font-size: ...;
}
Pada kode di atas, yang dikatakan property ialah kode yang berada sebelum titik dua (“:”). Kegunaan dari kedua properti tersebut tentunya cukup jelas dari nama yang diberikan, yaitu color untuk memberikan warna pada elemen p, dan font-size untuk mengubah ukuran teks. Terdapat sangat banyak properti yang dapat digunakan, tetapi pembahasan mengenai detil pengunaan tiap-tiap properti tidak akan dilakukan pada buku ini. Jika terdapat pengunaan properti baru, penjelasan akan diberikan pada bagian yang relevan. Daftar properti sendiri dapat dibaca di.
  • Value
Value merupakan nilai dari property yang ingin kita berikan. Nilai yang dapat diberikan sendiri berbeda-beda, tergantung dengan jenis property-nya. Misalnya, jika ingin memberikan nilai warna, kita harus memberikan nilai dalam format #RRGGBB (kombinasi nilai heksa merah-hijau-biru yang biasa digunakan pada program pengolah grafis seperti Photoshop). Ketika ingin memberikan nilai ukuran, kita dapat memberikan nilai dalam format nilai px atau nilai em. Untuk lebih jelasnya, kode berikut memberikan contoh value dari properti yang ada pada kode sebelumnya:
p {
    color: #FFFF00;
    font-size: 50px;
}

Sintaks CSS

Setelah mengerti makna dari Property, Value, dan Selector, kita dapat melihat bahwa sintaks dari CSS adalah seperti yang ditampilkan pada gambar berikut:
Sintaks CSS
Sintaks CSS

Ingat, bahwa pada satu selector dapat diaplikasikan banyak property, dan masing-masing property akan memiliki value yang berbeda-beda, bergantung kepada apa yang direpresentasikan oleh property tersebut.

Penyingkatan Nilai dari Property

Ketika memberikan nilai untuk property, sintaks CSS memungkinkan kita untuk menyingkat nilai yang diberikan. Untuk lebih jelasnya, perhatikan kode berikut:
/*
    Bentuk Panjang
*/
p {
    margin-top    : 10px;
    margin-right  : 20px;
    margin-bottom : 10px;
    margin-left   : 20px;
}

/*
    Bentuk Singkat (1)
*/
p {
    margin: 10px 20px;
}

/*
    Bentuk Singkat (2)
*/
p {
    margin: 10px;
}
Pada bentuk panjang pada kode di atas, nilai margin atas, kanan, bawah, dan kiri diberikan satu per satu, sesuai dengan property yang ada. Penulisan ini dapat kita singkat dengan menggunakan hanya property margin dan dua value, yang secara otomatis akan mengisikan nilai top dan right, kemudian bottom dan left. Bentuk singkat kedua memberikan nilai keempat margin dengan satu value.

Perlu diingat bahwa tidak semua property dapat diisikan dengan menggunakan penulisan singkat ini. Beberapa (tetapi tidak semua) property yang dapat dituliskan secara singkat misalnya: margin, padding, border, dan background. Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai property tersebut silahkan baca dokumentasi property CSS yang bersangkutan.

Mengimplementasikan CSS pada HTML

Setelah HTML selesai dituliskan, kita dapat mereferensikan CSS kepada HTML yang ada agar desain yang dispesifikasikan oleh CSS dapat diaplikasikan pada HTML. Terdapat tiga cara untuk memberikan referensi CSS, yaitu:
  • Referensi ke File Eksternal. Kita dapat memberikan referensi ke sebuah file CSS yang berada di luar HTML. Cara referensi CSS seperti ini seringkali dianggap sebagai best practice dalam pengembangan web.
  • Penulisan CSS pada Elemen Head. CSS yang ingin diaplikasikan pada sebuah dokumen HTML dapat juga dituliskan pada bagian head dari sebuah dokumen. Penulisan CSS seperti ini tidak disarankan, karena umumnya elemen-elemen yang ada dalam sebuah dokumen akan digunakan kembali pada dokumen lain. Penulisan CSS langsung pada bagian head akan menyebabkan elemen-elemen yang berulang harus dituliskan ulang pada dokumen lain juga.
  • CSS di dalam Atribut style pada Elemen. Menuliskan CSS di dalam atribut style pada elemen HTML (atribut ini dimiliki oleh semua elemen) merupakan cara terakhir, yang juga tidak disarankan karena penulisan seperti ini akan “mengotori” kode HTML. HTML dibuat dengan tujuan untuk memberikan makna semantik untuk konten, bukan desain. Begitupun, metode ini biasanya digunakan untuk manipulasi gaya yang dilakukan secara dinamis, melalui Javascript (yang tidak mengotori kode HTML, karena biasanya atribut baru diisikan setelah HTML selesai dibaca oleh browser).
Untuk lebih jelasnya, kode di bawah memberikan contoh cara melakukan referensi CSS pada sebuah dokumen HTML:

<!DOCTYPE html>
<html lang="en">
  <head>
    <title>Pengenalan HTML</title>
    <!-- Referensi pada Elemen Head -->
    <style type="text/css">
        h1 {
            color: red;
        }
    </style>

    <!-- Referensi pada file eksternal -->
    <link rel="stylesheet" href="style.css">
  </head>
  <body>
    <h1>Berita Utama</h1>
    <p>
        Elemen h1 digunakan untuk menandakan sebuah header dari teks
        (h1 == header 1). Konten teks ini sendiri berada di dalam
        sebuah paragraf, yang ditandai oleh elemen p.
    </p>

    <!-- CSS langsung pada atribut style -->
    <p style="font-weight: bold;">
        Paragraf kedua.
    </p>
  </body>
</html> 
 
Mari kita coba jalankan kode yang ada pada kode di atas! Sebelum menjalankan kode tersebut, tentunya kita harus membuat file style.css yang direferensikan oleh elemen link pada kode di atas terlebih dahulu. Simpan kode di atas pada sebuah file bernama referensi-css.html, dan kemudian buat sebuah file baru dengan nama style.css di dalam direktori yang sama dengan referensi-css.html. Isikan file style.css dengan kode berikut:

p {
    font-size: 50px;
}
 
Sedikit catatan untuk mereferensikan file CSS eksternal, pada kode di atas, file style.css harus berada di dalam direktori yang sama karena atribut href diisikan tanpa penunjuk direktori. Jika misalnya kita ingin menyimpan file pada direktori yang berbeda, maka kita dapat menambahkan direktori sebelum nama file. Misalnya jika file disimpan dalam subdirektori “style”, kita dapat mengisikan style/style.css pada atribut href.

Setelah selesai menyimpan referensi-css.html dan style.css, jalankan referensi-css.html dan lihat hasilnya, seperti pada gambar berikut:
Hasil Eksekusi referensi-css.html
Hasil Eksekusi referensi-css.html

Perhatikan bagaimana CSS mempengaruhi penampilan dari HTML, hanya dengan sedikit deklarasi kode. Gambar berikut menunjukkan perbandingan dokumen HTML yang memiliki CSS dan tidak memiliki CSS:
Perbandingan Dokumen HTML dengan CSS dan Tanpa CSS
Perbandingan Dokumen HTML dengan CSS dan Tanpa CSS

Perhatikan bagaimana setiap CSS mempengaruhi elemen-elemen yang bersangkutan pada gambar Perbandingan Dokumen HTML dengan CSS dan Tanpa CSS. Teks pada elemen h1 berubah menjadi warna merah karena CSS yang berada pada bagian atas dokumen, paragraf memiliki teks yang sangat besar (50px) karena CSS dari file style.css, dan paragraf kedua (dan hanya paragraf kedua) dicetak tebal karena CSS yang berada di atribut style pada paragraf kedua. Ketiga CSS yang terpisah tersebut berjalan dengan baik.

Yang juga perlu diingat, cara terbaik dalam mereferensikan CSS ialah dengan referensi ke file eksternal. Cara ini memungkinkan kita hanya menggunakan satu file CSS untuk seluruh web yang dikembangkan. Perubahan desain juga dapat dilakukan dengan mudah, hanya mengubah satu buah file saja. Pengguna juga hanya perlu melakukan sedikit download (karena seluruh file berada di satu tempat, dan seringkali browser akan menggunakan teknologi caching untuk tidak melakukan download berulang kali pada file yang sama).

Share:

Cara Membuat Website Sendiri Bagi Pemula

Pernah bingung membedakan istilah website dan blog? Nah, pada dasarnya, semua yang kamu lihat di internet adalah website. Namun demikian, website tersebut memiliki fungsi yang berbeda-beda dan memiliki sebutan khusus tergantung pada fungsinya. Jenis website yang cukup ngetop adalah blog, social media dan toko online.  Jadi bisa dikatakan bahwa blog adalah salah satu jenis website yang memiliki fungsi sebagai diary atau buku harian bagi pemiliknya, makanya biasanya tampilan artikel blog biasanya diurutkan berdasarkan tanggal dimulai dari yang paling baru.

Website lain memiliki fungsi mirip sebuah toko, di mana kita bisa memajang foto produk, harga, deskripsi produk hingga cara pembelian. Website jenis ini kita sebut sebagai toko online. Jenis website lain yang terkenal adalah social media. Untuk jenis website ini saya tidak perlu menjelaskan panjang lebar, karena kamu pasti sudah sering menggunakannya yaitu facebook dan twitter.
Pada prinsipnya ada beberapa cara untuk membuat website, saya membaginya ke dalam 4 kategori yaitu:
  • Instan, cara ini adalah cara tercepat, termurah (alias gratis) dan termudah dalam membuat website. Contoh paling mudah adalah menggunakan blogspot, worpress, tokobagus, dll. Cara ini memiliki kelemahan pada tingkat fleksibilitas pembuatan. Kita hanya bisa membuat website sesuai format yang sudah disediakan oleh penyedia layanannya. Silakan baca tutorial cara membuat website menggunakan blogspot atau wordpress ini untuk mempelajari langkah-langkah pemuatannya.
  • CMS atau Content Management System. Cara ini relatif cepat seperti metode instan, namun memiliki tingkat fleksibilitas yang lebih dibandingkan cara Instan. Kamu tinggal melakukan instalasi menggunakan software CMS yang sudah disediakan. Kita bisa melakukan perubahan lebih fleksibel dengan menginstal add on pada CMS tersebut. Namun demikian, kamu pada umumnya harus menyediakan nama domain dan hosting sendiri. Contoh CMS adalah Joomla untuk website yang umum, wordpress untuk blog (ya, wordpress memiliki 2 jenis yaitu instan dan CMS), Prestashop untuk toko online, dll. Kamu bisa klik tutorial membuat website CMS WordPress ini untuk mempelajari langkah-langkah pembuatannya.
  • Framework, cara ini memiliki tingkat fleksibilitas pembuatan yang lebih tinggi, namun kamu harus memiliki kemampuan web programming.
  • Web Programming. Cara membuat website ini adalah yang paling fleksibel, namun lama dan kamu dituntut untuk memiliki kemampuan web programming. Kalau kamu udah bisa membuat website dengan cara ini, maka pada dasarnya kamu bisa membuat segala jenis website yang kamu inginkan, nyaris tanpa batas. Kalau kamu tertarik untuk mempelajari cara ini, kamu minimal harus menguasai HTML, PHP dan MySQL.
Nah, untuk membuat website dengan metode CMS, Framework dan Web Programming, kamu memerlukan domain dan hosting. Apa tuh maksudnya domain dan hosting? Mari kita pelajari bersama.
  • Dapatkan nama domain kamu sendiri
Hal pertama yang harus kamu lakukan saat membuat website sendiri adalah memperoleh nama domain kamu sendiri. Sebuah domain adalah nama yang ingin kamu berikan untuk website yang kamu buat. Sebagi contoh, nama domain website yang sedang kamu baca ini adalah “prothelon.com”. Untuk memperoleh nama domain, kamu harus membayar biaya sewa tahunan sebagai hak penggunaan nama tersebut. Yah, kamu tahu sendirikan, kalau nama website itu harus unik, dan hanya satu-satunya di internet. Kalau tidak orang pasti akan bingung mana web site punya kamu dan mana website yang milik orang lain. Jadi, di seluruh internet, kamu pasti hanya akan menemukan sebuah website yang alamatnya prothelon.com. Got that?

Nah, sebelum kamu berpikir macam-macam, perlu saya ingetin bahwa memiliki nama domain bukan berarti kamu sudah memiliki sebuah website. Belum. Ingat, nama domain ini hanyalah sebuah nama. Seperti kamu mendaftarkan ijin usaha sebuah PT atau CV dalam dunia nyata. Memiliki ijin usaha ini bukan berarti kamu memiliki toko atau gudangnya kan?
Silakan lihat tutorial membuat website ini untuk mendapatkan tips memilih nama domain yang baik untuk website anda.
  • Pilih Sebuah Web Hosting
Langkah berikutnya dalam proses membuat website sendiri ini adalah memilih web hosting. Sebuah web hosting pada dasarnya adalah sebuah perusahaan yang memiliki beberapa komputer yang selalu terhubung ke internet. Jika kamu menempatkan halaman-halaman web kamu di komputer mereka, maka seluruh dunia bisa menghubungi komputer itu dan melihat halaman website kamu. Kamu perlu mendaftarkan diri dulu ke web hosting agar website yang kamu buat memiliki “rumah”. Jika memiliki nama domain bisa diibaratkan dengan memiliki ijin usaha, maka memiliki akun web hosting kira-kira mirip dengan menyewa kantor atau toko untuk bisnis kamu.

Menyewa? Ya, untuk web hosting yang berbayar. Tentu saja kamu bisa memilih web hosting berbayar ataupun yang Web Hosting gratisan. Kamu juga bisa baca tutorial singkat tentang membuat website di hosting berbayar ini.
Kamu bisa melihat beberapa tips menarik saat memilih web hosting yang pernah saya tulis sebelumnya. Silahkan baca dulu agar kamu punya panduan saat menentukan pilihan nantinya.
  • Langkah penting berikutnya adalah mendesain website kamu.
Begitu kamu sudah siap dengan domain dan hostingnya, tiba waktunya untuk mengisi hosting kamu dengan file-file yang akan kamu pamerkan ke seluruh dunia. Nah, file-file tersebut tentu saja harus dibuat kan?
Tentu saja kamu harus mempelajari terlebih dahulu cara membuat desain website ini sebelum kamu bisa menampilkannya di internet. Untuk itu kamu bisa mempelajarinya mulai dari yang dasar dulu yaitu belajar HTML, belajar PHP dan belajar MySQL, yang semuanya bisa kamu pelajari di prothelon.com secara gratis. Setelah cukup matang mempelajari dasar cara membuat website, kamu bisa lanjutin dengan belajar CSS, belajar Javascript, dan lainnya untuk menambah keindahan dan membuat website kamu lebih interaktif.

Silakan pelajari juga tentang cpanel untuk mengetahui cara upload file tersebut jika kamu sudah selesai membuat file-file website kamu.
Oh ya, anda juga bisa membuat website gratis dengan mudah dalam format blog lho. Tetapi tentu saja tidak se fleksibel kalau kita membuat sendiri menggunakan HTML, PHP dan MySQL. Silakan lihat tutorial cara membuat blog tersebut jika tertarik.
  • Langkah berikutnya adalah Mengetes Website kamu
Proses ini harus kamu lakukan secara kontinyu. Mengapa? Karena website yang kamu buat biasanay akan nampak berbeda-beda di setiap browser. Usahakan untuk selalau mengetesnya di setiap browser utama jika kamu melakukan perubahan terhadap desain atau isi website kamu.
Perlu kamu ketahui, bahwa meskipun sudah menggunakan standar yang sama, namun tempilan halaman web si Internet Explorer, Firefox, Chrome, Safari dll bisa sangat berbeda untuk halaman web yang sama.

Ada baiknya kalau kamau menggunakan google analytics untuk mengetahui jenis browser apa yang paling sering digunakan pengunjung website kamu. Dengan cara ini kamu bisa konsentrasi ke jenis browser tertentu saat membuat website.
Baiklah, mungkin langkah-langkah tersebut terlihat sangat mudah, namun ingat, kadang apa yang nampaknya sederhana itu kadang sangat berguna. Jadi lakukan saja ya…
Kalau sudah memahami proses cara membuat website, maka kamu bisa mulai belajar SEO untuk membuat website yang kamu buat bisa tampil di search engine dan mendatangkan pengunjung.


Share:

Skill yang Harus dimiliki Programmer


Menjadi programmer yang handal dan baik serta dicintai atasan memang susah untuk dilakukan.

Pada saat mempelajari ilmu programming, awalnya memang terlihat susah.

Tenang… Ini hanya awalnya

Kalau anda sudah terbiasa menekuni dunia programming, maka anda tidak akan merasa kesulitan lagi, apalagi kalau itu memang hobi anda. Pasti sangat cepat untuk bisa memahaminya.

Sedikit orang yang ingin bercita-cita menjadi programmer. Alasannya pun bermacam-macam, seperti menjadi seorang programmer itu butuh kecerdasan dan IQ yang tinggi.

Statement itu menurut saya kurang pas untuk dijasikan alasan mengapa seseorang tidak ingin menjadi programmer, karena seseorang yang cerdas pun belum tentu bisa menjadi seorang programmer kalau dia dia tidak biasa. 

Jangan berkecil hati bagi anda yang tidak bersekolah atau berkuliah di jurusan Teknik Informatika. Walaupun anda tidak bersekolah di jurusan tersebut, anda bisa belajar dengan otodidak.

Kuncinya hanya satu, konsisten…

Walaupun anda pemula, anda bisa menjadi master. Yang penting anda konsisten.

Hanya konsisten ?

Iya, konsisten…

Konsisten akan niat mempelajari ilmu programming / coding dan selalu menerapkannya walaupun hanya sedikit-sedikit.

Otodidak pun tidak apa-apa…

Kesuksesan tidak dilihat dari tingkatan pendidikannya, tetapi dilihat dari niat dan kemauan untuk mengubah diri.
 

Tuhan tidak akan mengubah nasib suatu kaum melainkan kaum itu sendiri yang mengubah nasibnya.

Banyak programmer yang berhasil tetapi tidak pernah mengenyam dunia pemrograman pada saat di sekolah.

Jadi, kuncinya hanya latihan dan latihan. Tanpa latihan, seseorang tidak bisa menjadi programmer, begitu juga dengan profesi yang lainnya. 

Seperti kata pepatah, bisa karena biasa. 

Maka seseorang harus membiasakan diri untuk berlatih menjadi apa yang ia inginkan. Misalnya jika anda ingin menjadi seorang programmer, maka anda harus belajar beberapa bahasa pemrograman (programming language).
 

Apa saja yang harus dikuasai oleh programmer ?

1. Bahasa Pemrograman

Bahasa Pemrograman Terpopuler
     Hal ini sangat dan amat wajib untuk dikuasai oleh seorang programmer karena bahasa pemrograman sudah seperti makanan sehari-hari. 
Tanpa bahasa pemrograman, seorang programmer tidak bisa melaksanakan tugasnya yaitu membuat sebuah aplikasi atau mengembangkan web kecuali web yang tanpa bahasa pemrograman sudah bisa dibuat, seperti blogger.com, dan wordpress.com
Maka dari itu, seorang programmer harus menguasai bahasa pemrograman seperti Java, C++, C, C#, dan lain-lain untuk mobile. Sedangkan untuk web, saya sarankan untuk belajar HTML, PHP, CSS, JavaScript. 
Saran saya, lebih baik kuasai 2 atau 3 bahasa pemrograman saja tetapi mendalami daripada menguasai semua bahasa pemrograman tetapi yang dipelajari hanya kulitnya saja. 
Misalnya kamu ingin menguasai bahasa pemrograman berbasis desktop atau web. Maka kamu harus menguasai minimal 3 bahasa pemrograman untuk desktop atau 3 bahasa pemrograman untuk web.

2. Bahasa Inggris

Bahasa Inggris
englishindo.com
Seorang programmer harus bisa menguasai bahasa inggris dikarenakan bahasa pemrograman yang terdiri dari perintah-perintah dalam bahasa inggris. 
Mengapa bahasa pemrograman itu memiliki perintah bahasa inggris ? Karena pencipta bahasa pemrograman pertama kalinya itu tinggal di negara dengan bahasa inggris. 
Logikanya begini…
Bahasa pemrograman itu saya asumsikan sebagai turis.
Anggap saja bahasa pemrograman itu turis yang berasal dari negara Inggris, kalau kita bisa menguasai bahasa inggris, pasti kita bisa berkomunikasi dengan sang turis tersebut.
Begitulah kurang lebihnya tentang pentingnya memiliki kemampuan bahasa inggris untuk menjadi seorang programmer.
Jadinya perintah dalam bahasa pemrograman pasti menggunakan bahasa inggris.

3. Logika Yang OK dan Kreativitas Yang Tinggi

Logika Dan Kreativitas
Seorang programmer dituntut agar bisa menyelesaikan masalah atau membuat aplikasi yang beda dari aplikasi lainnya. 

Maka dari itu, seorang programmer harus mempunyai logika yang OK dan kreativitas yang tinggi supaya dapat menciptakan aplikasi yang berbeda namun tetap masuk akal (logis). 


Seseorang yang mempunyai logika yang tinggi cenderung lebih bisa menyelesaikan masalah lebih cepat bila dibandingkan dengan seseorang yang memiliki logika yang rendah.


Logika sang programmer itu didapatkan pada saat pelajaran matematika.


Pada jurusan Teknik Informatika, pasti ada mata kuliah yang berbau dengan yang namanya matematika.


Mau tidak mau, anda harus bisa matematika agar logika anda bisa terlatih.

4. Ketelitian Yang Ekstra

Programmer Yang Teliti
flickr.com
     Hal ini juga penting untuk dimiliki oleh seorang programmer, karena bahasa pemograman itu mempunyai sifat yang sensitif (case sensitive), jadinya kurang satu titik pun program tidak akan bisa jalan. 

Bayangkan jika seorang programmer kurang teliti, maka ia pasti akan pusing untuk melihat letak kesalahannya. 


Nah, itulah fungsi dari adanya debug/compile pada aplikasi untuk membuat program, yaitu untuk mencari letak kesalahan programmer dalam menulis sintaksnya.

5. Kesabaran Yang TOP

Programmer Yang Sabar
kochiefrog.com
Ini juga tak kalah penting untuk dikuasai oleh seorang programmer. Programmer yang handal adalah programmer yang bisa menahan diri untuk sabar dalam menjalankan tugasnya yaitu coding atau nama lainnya adalah membuat aplikasi atau web dengan bahasa pemrograman. 


Baca : 6 Keuntungan / Kelebihan Menjadi Seorang Programmer

Programmer harus bisa bersabar ketika program yang dibuat masih salah, entah itu kurang sedikit syntax lagi ataupun yang lainnya.


Karena dengan kesabaran, seorang programmer bisa tenang dalam menjalankan tugasnya. Tidak hanya programmer, setiap orang harus sabar dalam melaksanakan tugasnya.

6. Programmer Harus Rajin dan Pekerja Keras

Programmer Yang Rajin Dan Pekerja Keras
     Sebenarnya tidak hanya programmer, tetapi semua orang juga harus rajin dan bekerja keras untuk menekuni profesinya. Seperti kata pepatah, Rajin pangkal Pandai. 
Skill ini wajib dimiliki programmer. Karena tanpa ini, kita tidak akan tahu cara memprogram.




Hal itulah yang membuat seseorang bisa berhasil dalam usahaya mencapai apa yang mereka inginkan. Karena 99% keberhasilan seseorang itu datangnya dari sikap yang rajin dan bekerja keras, dan sisanya 1% untuk doa.

7. Membaca Dokumentasi

Membaca dokumetasi program
Dokumentasi adalah dokumen yang menjelaskan cara penggunaan suatu teknologi. Biasanya sulit dipahami.
Kenapa sulit?
Karena:
  1. Dikemas dengan bahasa teknis yang membosankan untuk dibaca
  2. Screenshot kurang lengkap (karena pemula butuh screenshot meskipun itu hanya perintah CLI)
  3. Menggunakan bahasa inggris
Meskipun begitu, dokumentasi adalah hal pertama yang harus kamu baca bila akan belajar teknologi baru.
Lalu bagaimana agar saya bisa membaca dan memahami dokumentasi dari suatu teknologi?
Gampang…
Baca saja!
Paham nggak paham baca saja, nanti lama-lama jadi paham. Maksudnya jadi terbiasa dan tidak bosan membaca dokumentasi.
Dokumentasi biasanya ada beberapa macam:
  1. Dalam bentuk tutorial
  2. Dalam bentuk referensi atau penjelasan tentang fungsi, classs, objek, variabel, dll.
  3. Dalam bentuk FAQs (pertanyaan yang sering ditanyakan)
Lalu dari mana kita bisa baca dokumentasi?
Bisa dicari di google dengan kata kunci x documentation, x adalah nama teknologinya.
Contoh:
Pencarian dokumentasi dari Google Atau bisa mengunjungi web-web berikut:

8. Membaca Source Code

Membaca kode program
Membaca source code kelihatannya mudah. Iya mudah kalau baca source code yang kita tulis sendiri. Logikanya sudah kita pahami, karena logika berpikir kita sendiri.
Tapi…
Saat membaca source code milik orang lain, nggak paham apa-apa .
Skill membaca source code ternyata skill yang harus dimiliki selain skill menulisnya. Karena kita tidak akan menulis kode sendirian. Akan ada source code dari anggota tim yang lain.
Lalu bagaimana agar bisa membaca source code orang lain?
Ada beberapa tips yang pernah saya dengar:
  • Baca srouce code dari bawah ke atas
  • Baca bagian yang kamu pahami dulu
  • Baca keterangan pada kometnarnya
  • Sering-sering gentayangan di Github dan Stackoverflow

9. Debugging

Membaca kode program
Debugging adalah sebuah aktivitas mencari bugs atau masalah di dalam kode program (source code).
Dinamakan bug karena dulu sejarahnya ada seekor bug (serangga) yang menempel pada mesin komputer dan mengakibatkan masalah. Setelah ditelusuri ternyata penyebabnya Si bug. Akhirnya istilah ini menjadi populer hingga saat ini.
Pada skill debugging, kamu harus mampu:
  • Mamahami maksud pesan error dan masalah lainnya
  • Mencari di baris ke berapa letak errornya
  • Analisis penyebabnya
  • Mengatasi error
Proses debugging ini bisa jadi lebih lama dari proses menulis kode. Bahkan ada yang sampai berminggu-minggu tidak menemukan sumber masalahnya.
Karena itu, programmer tidak bisa disamakan dengan buruh. Kita tidak akan pernah tahu, masalah dan error seperti apa yang akan terjadi meskipun sudah pernah membuat sistem yang sama.
Biasanya programmer yang malas, saat menemukan error akan langsung dilempar ke forum. Karena ia tidak mau debug programnya sendiri.
Debugging sebaiknya dilakukan sendiri, karena dampaknya akan terasa pada diri kita sendiri.

10. Skill Bertanya dan Googling

Googling
Skill bertanya dan Googling ini sangat penting untuk dimiliki, karena:
Ketika kamu tidak tahu atau stuck saat debugging, mau minta bantuan ke mana?
Yang pertama tentunya Google. Setelah itu baru kita bertanya ke teman atau forum.
Saat Googling, pastikan menggunakan katakunci yang tepat dan menggunakan bahasa inggris.
Kenapa bahasa inggris?
Ya balik lagi pada skill pertama.
Contoh pencarian solusi di Google:
Kata kunci pencarian Google Lalu saat kamu tidak menemukan jawaban, barulah bertanya di forum.
Pastikan bertanya dengan menyertakan infomasi yang detail, lengkap, dan jelas.
Contoh:  (benar)
saya sudah mengikuti tutorial ini, namum mendapat kendala di _____, 
dengan pesan error ____________.

Berikut ini source code yang saya tulis: _______ (link gist.github.com).
dan beberapa log: _____ (link gist.github.com).

Screenshot tampilannya atau errornya seperti ini:

_________________________ (link image/bisa juga diupload)

Tindakan yang sudah saya lakukan:
1. Saya sudah mengubah ini ____ menjadi _________
2. Saya baru update ____ ke versi terbaru

Versi _____ yang saya gunakan saat ini adalah _____.
Contoh:  (salah)
- gan, error pas ______. itu kenapa ya?
- ada yang pernah nyoba _____?
- ada yang paham ____, ada yang mau saya tanyakan. 
- ada yang tau ini kenapa? [screeshot]
Kenapa harus jelas dan detail?
Karena debuging itu seperti pekerjaan detektif. Kita membutuhkan banyak informasi untuk menemukan sumber masalahnya.
Jika kamu bertanya seperti ini di Stackoverflow:
gan, error pas ______. itu kenapa ya?
Barangkali tidak akan ada yang mau jawab. Bahkan bisa di-downvote  dan ujung-ujungnya bisa di-bully.

11. Komunikasi

programmer
Seorang Programmer memiliki tugas menyelesaikan masalah yang dihadapi manusia di dunia nyata dengan menggunakan kode yang diperintahkan pada komputer. Skill ini sangat penting untuk dikuasai. Programmer harus dapat memahami suatu informasi yang kompleks, merangkumnya, dan menjelaskannya kepada orang awam. Sebagai contoh, seorang Programmer harus bisa menjelaskan dan mengajarkan pada manajer proyek untuk memahami sistem yang dibuat.
Selain itu, apabila kamu berperan sebagai Programmer sekaligus manajer dalam proyek yang kamu kerjakan, kemampuan komunikasi yang baik akan mempermudah kamu dalam melatih staf dan Programmer lain dalam menyelesaikan proyek tersebut. Komunikasi yang baik juga akan mempermudah kamu saat memiliki ide cemerlang yang mungkin akan berkembang menjadi sebuah proyek baru. Banyak ide brilian yang gagal diimplementasikan di bidang teknologi informasi hanya karena dikomunikasikan dengan buruk.

12. Presentasi

programmer
Salah satu kemampuan yang harus kamu miliki jika menjadi seorang Programmer adalah melakukan presentasi. Baik saat menjelaskan proyekmu yang sudah selesai pada CEO perusahaanmu, maupun saat rapat dengan para karyawan-karyawan lain, kemampuanmu untuk melakukan presentasi secara menarik akan membuatmu diingat oleh banyak orang sekaligus. Banyak hal yang harus kamu perhatikan saat melakukan presentasi, seperti kecakapan menguasai penonton, penguasaan materi yang dibawakan, kemampuan berbicara dan bahasa tubuh yang baik, dan slide yang kamu gunakan sebagai media presentasi.
Seorang Programmer harus bisa menjelaskan konsep teknologi yang rumit dan menyajikannya sesederhana mungkin dalam slide presentasi tanpa mengurangi hal-hal esensialnya. Untuk bisa menguasai skill ini, kamu harus banyak berlatih dan melalui banyak kesempatan presentasi. Kamu juga bisa belajar dari para ahli public speaking dan mengamati cara mereka melakukan presentasi.

13. Mampu bekerja dalam tim

programmer
Di balik setiap proyek yang sukses diselesaikan, terdapat kerja tim yang luar biasa. Saat bekerja dalam tim, seorang programmer tidak hanya mengerjakan pekerjaannya sendiri, namun juga mendorong dan mendukung anggota tim lain dalam menyelesaikan proyek yang sedang dikerjakan. Seorang programmer yang berpengalaman mengaplikasikan keahlian khusus nya dalam sebuah tim juga memiliki nilai tambah karena kemampuan yang dimilikinya dalam melihat proyek secara keseluruhan.
Programmer yang sukses bekerja dalam tim akan menjadi kandidat yang baik untuk dipromosikan ke jabatan yang lebih tinggi.  Banyak programmer yang bekerja di bidang IT tidak dapat menerima adanya perbedaan pengetahuan dan keahlian antar karyawan, dan mengakui bahwa ada skill gap yang  dapat diisi oleh orang-orang tertentu karena adanya rasa gengsi, ego, dan kepentingan-kepentingan lain dalam dunia kerja. Namun saat melakukan pekerjaan dalam tim, kamu akan sadar bahwa banyak hal baru yang bisa dipelajari dari rekan-rekan setim.

14. Networking

programmer
Masih berhubungan dengan bekerja dalam tim, seorang Programmer harus mampu cepat beradaptasi dengan orang-orang baru untuk bisa bekerjasama dengan baik. Networking adalah kegiatan di mana kamu bertemu dengan orang lain untuk saling berkenalan, berbagi informasi, atau membicarakan suatu wacana, ide, atau bahkan peluang bisnis. Skill akan sangat penting dalam perkembangan kariermu. Dengan networking, kamu bisa mendapat banyak pengetahuan baru dari orang yang bahkan tidak kamu kenal sebelumnya. Selain itu, skill networking akan membantumu sebagai seorang Programmer menemukan orang yang tepat untuk menyelesaikan proyek atau ide-ide yang sedang kamu kerjakan.
Berjejaring memang tidak mudah. Apalagi untuk para Programmer yang biasanya hanya berkutat dengan komputer atau laptop di depan layar, dalam berjejaring kamu harus mau mengeluarkan usaha lebih. Caranya beragam, kamu bisa pergi ke gathering yang diadakan perusahaan hingga konferensi di industri IT. Bahkan tidak jarang, kamu akan bertemu dengan orang yang kamu inginkan di event yang kamu pikir tidak penting untuk karier dan pekerjaanmu saat itu. Nyatanya, banyak ide dan kesepakatan bisnis yang dimulai dari meja makan atau bermain golf di waktu senggang dengan kolega. Di zaman modern ini, internet juga bisa memudahkanmu untuk networking. Media sosial profesional seperti LinkedIn akan membantumu untuk berkenalan dengan orang-orang yang kamu inginkan.

15. Sikap positif

programmer
Dalam kondisi tertentu sikap positif akan membantumu sebagai seorang Programmer untuk percaya diri dan optimis memecahkan suatu masalah di proyek yang sedang kamu kerjakan. Di bidang IT, banyak orang yang dengan positif dan senang hati bersedia membantu dan mendukung teman yang mengalami kesulitan. Namun sebaliknya, kamu juga akan menemukan orang-orang yang secara iseng mengolok-olok rekannya yang sedang bingung dengan pekerjaannya. Hal ini biasanya dihubungkan dengan rasa sombong yang dimiliki Programmer karena merasa ahli dalam teknologi.
Sikap positif harus kamu miliki sebagai seorang Programmer, karena pada dasarnya pekerjaan ini adalah tentang menyelesaikan masalah yang ada di masyarakat dengan menggunakan keahlian Programming di komputer. Sikap yang kamu miliki ini akan membantu banyak orang di lingkungan kerjamu, dan tentu juga akan membuatmu menonjol di antara rekan-rekan kerjamu yang lain.

16. Insting

programmer
Sebagai seorang programmer, banyak hal yang dapat diajarkan secara langsung di kelas secara cepat, terutama yang berkaitan dengan metodologi dan teori. Namun, dibutuhkan bertahun-tahun pengalaman manajemen untuk membangun insting mengenai sebuah proyek. Seorang project manager yang handal biasanya memiliki indera keenam ini. Insting yang kamu miliki akan bertambah seiring dengan berjalannya karier kamu sebagai programmer di industri yang kamu geluti.

17. Inovasi dan Kreativitas

Soft skill terakhir yang sangat penting untuk kamu miliki adalah kemampuan untuk berinovasi. Tidak hanya skill yang bagus dalam menulis kode dalam program yang kamu kerjakan, kamu juga harus dapat berpikir jauh ke depan secara kreatif untuk menyelesaikan suatu masalah. Saat atasan menceritakan masalah yang dimilikinya, seorang ahli IT yang inovatif dan kreatif mampu berpikir secara cemerlang dan menawarkan solusi yang efisien sekaligus efektif.  Kreativitas yang kamu miliki sebagai seorang Programmer akan membuatmu selalu dibutuhkan dalam lingkungan kerja dan sangat membantu perkembangan kariermu.

da banyak pendapat mengenai apa saja skill yang dibutuhkan oleh programmer. Namun dari beberapa yang saya pelajari, kebanyakan berfokus pada teknologi tertentu misalnya NoSQL, HTML5, CSS3 dan lain-lain. Lho itu sih produknya, bukan skillnya. Nah yang mau kita bahas di sini adalah 5 skill yang paling dibutuhkan programmer, apapun produk atau bahasa pemrograman yang digunakannya. Tanpa skill ini, kita tidak mungkin bisa mendapatkan keahlian lainnya. 1. Problem Solving Skill Problem solving skill adalah kemampuan memecahkan masalah. Software dibutuhkan untuk memecahkan masalah nyata yang dihadapi oleh seorang client atau user. Seorang programmer pada akhirnya harus bisa memberikan solusi atas masalah tersebut. Apapun bahasa pemrograman yang Anda kuasai, teknologi yang Anda pelajari, jika Anda tidak bisa memecahkan masalah, Anda tidak cocok menjadi seorang programmer. Di forum-forum pemrograman, kita sering melihat orang-orang yang begitu manja. Dikit-dikit nanya. Pertanyaannya juga yang sangat mendasar dan bisa ditemukan dengan mudah di buku, internet atau baca dokumentasi. Ini contoh mereka yang tidak memiliki problem solving skill. Problem Solving skill ini bisa dipelajari sendiri maupun diajarkan di kampus-kampus. Bahkan di Sandiloka, kami mengajarkan Problem Solving Skill kepada karyawan baru. 2. Critical Thinking Definisi critical thinking adalah kemampuan berpikir kritis, yaitu menggunakan logika dan analisa untuk membedakan mana solusi yang tepat, mana solusi yang tidak tepat. Mana proses yang benar, mana proses yang salah. Critical Thinking adalah salah satu bentuk dari Correct Thinking yaitu berpikir dengan benar. Tanpa kemampuan berpikir dengan benar, tidak mungkin sebuah software dapat diciptakan. 3. Self-Learning Skill Definisi Self-Learning adalah belajar mandiri secara terus menerus atas keinginan sendiri tanpa diminta atau diperintah. Dunia software adalah dunia yang dinamis dan berkembang dengan cepat. Apa yang kita pelajari hari ini akan segera kadaluwarsa bulan depan. Jika kita tidak suka belajar mandiri, kita akan ketinggalan terus dan menjadi usang. Oleh sebab itu, seorang programmer perlu melatih dirinya sendiri untuk belajar hal-hal baru, belajar metode baru, menyerap pengetahuan baru untuk mengembangkan diri. 4. Reading Skill Reading skill atau kemampuan membaca yang dimaksud di sini adalah membaca dengan utuh, menangkap maksud atau instruksi dari sebuah pesan yang disampaikan. Kita tahu bahwa di dunia pemrograman, kita perlu membaca manual, dokumentasi, buku, dan tentu saja source code. Supaya seluruh pesan diterima dengan benar, kita harus membacanya satu-persatu, dengan lengkap. Ini membutuhkan kesabaran, ketelitian, kecermatan yang memang sudah menjadi bakat yang dimiliki seorang programmer. Kalau kita tidak memiliki kemampuan membaca satu-persatu sampai selesai, dengan teliti dan cermat, itu tandanya kita tidak cocok menjadi programmer. 5. Writing Skill Selain reading skill, tentu saja seorang programmer harus memiliki writing skill. Sebab, programmer kan harus menulis source code, menulis dokumentasi, dan mungkin saja harus membuat artikel di web/wiki. Kalau pada dasarnya tidak suka menulis, maunya copy paste dari tulisan orang di internet, ya ndak cocok jadi programmer. Writing skill juga diajarkan di buku-buku dan di kampus-kampus dalam bentuk mata kuliah umum atau pilihan.

Read more at: https://ilhamrizqi.com/2014/08/5-skill-yang-paling-dibutuhkan-programmer/
Share:

Tips Belajar Pemograman

Untuk menjadi seorang programmer yang baik, kita harus benar-benar menguasai struktur data, algoritma, merancang menggunakan OOPS, multi-threading, dan berbagai konsep pemrograman misalnya recursion, divide, dan conquer, prototyping, dan unit testing. Pemrograman adalah kombinasi dari banyak keterampilan, artinya kita tidak mungkin mempelajarinya dalam waktu singkat, semua butuh waktu dan proses. Kita mungkin saja bisa menghabiskan 5 tahun hanya untuk belajar bahasa pemrograman, tapi itu saja kadang tidak cukup. Karena ilmu programming bukan hanya teori, tetapi juga butuh skill. Tidak jarang banyak programmer yang baik secara teori, tetapi kurang dalam skill coding. Lantas bagaimana untuk menjadi programmer yang handal, baik secara teori maupun skill? Simak tips berikut ini:
  • Coding, coding dan coding!
Kenapa coding berada di urutan teratas? Karena coding merupakan kunci utama dalam programming. Dengan melakukan coding, kita bisa mengetahui kesalahan ketika merancang, error handling, threading, dan kemudian memperbaikinya dengan kemampuan yang kita miliki. Kita tidak bisa bekerja hanya pada desain saja, karena coding menghasilkan output, dan dari situ kita bisa belajar dari kesalahan untuk menjadi sukses.
  • Membaca buku
Coding memang lebih mudah diucapkan daripada dilakukan, dan ada perbedaan besar antara kode yang baik dan kode yang buruk, tapi darimana kita bisa mengetahuinya? Sampai kita telah melihat sendiri mana kode yang baik, dan tahu mengapa kode tersebut disebut baik, kita tidak bisa memahami perbedaan. Di sinilah buku berguna untuk memberikan referensi. Dengan membaca buku kita akan belajar dari pengalaman orang lain, dan hanya ada dua cara untuk memperbaiki diri sendiri, yaitu belajar dari pengalaman diri sendiri (yang sangat terbatas) atau belajar dari pengalaman orang lain (yang tidak terbatas). Ingat, banyak tidak selalu baik, daripada membaca 5 buku, membaca dua buku yang bisa membuat kita menikmati ketika membacanya berulang-ulang jauh lebih efektif.
  • Ikut berkontribusi untuk Open Source, mendaftar mailing lists
Ikut berkontribusi pada open source, terutama Apache, Google dan beberapa proyek lainnya adalah cara lain untuk meningkatkan kemampuan pemrograman kita untuk menjadi programmer yang lebih baik. Hanya dengan bergabung di mailing list dan mengikuti diskusi yang ada, itu bisa mengajarkan kita tentang banyak hal. Karena sebagian besar dari diskusi yang terjadi biasanya melibatkan programmer-programmer handal, dengan mendengarkan mereka, memahami masalah, dan pendekatan mereka (pandangan dan solusi), secara otomatis juga akan mengubah cara programming kita menjadi lebih baik.
  • Pahami struktur data dan algoritma
Ini adalah poin yang paling penting yang harus dilakukan untuk menjadi seorang programmer yang handal. Kebanyakan programmer handal memiliki kemampuan yang sangat baik dalam hal struktur data, algoritma, dan pengetahuan dasar. Struktur data adalah kunci dari program apapun, dan dengan pengetahuan yang baik akan membantu kita dalam memecahkan masalah. Selain itu, pengetahuan tentang prinsip-prinsip pemrograman, algoritma, dan yang lainnya juga akan membantu mengembangkan kemampuan programming kita.
  • Membaca blog yang bagus
Membaca blog yang bagus adalah bagian kecil dari membaca buku. Bagaimana membaca blog bisa membantu kita untuk menjadi programmer yang lebih baik? Karena blog ditulis oleh programmer berdasarkan dari pandangan pribadi dan pengalaman mereka sendiri, maka kita bisa belajar dari situ. Blog juga membantu untuk belajar teknologi baru dan fitur baru dari bahasa pemrograman dan API yang ada.
  • Membaca kode
Jika membaca blog bisa membantu untuk menjadi programmer yang baik, maka dengan membaca kode juga bisa membantu untuk lebih baik dari itu. Tapi pada kenyataannya membaca blog memang jauh lebih mudah daripada membaca baris kode. Coba lihat dan pelajari beberapa kode dari proyek open source, kode dari programmer lain, proprietary kode yang ada, atau yang lainnya. Kemudian pahami bagaimana cara kerjanya, apa yang mereka lakukan dan mengapa mereka melakukannya.
  • Menulis unit test
Unit test merupakan bagian dari proses berpikir dan coding yang bisa membantu kita untuk merancang lebih baik. Selain itu menulis unit test juga membantu banyak hal dalam menemukan nama, abstraksi, interface yang lebih baik, desain abstrak class dan secara keseluruhan akan meningkatkan kualitas kode. Tapi seperti halnya coding dan designing, unit testing juga merupakan pekerjaan yang sulit bagi kebanyakan programmer.
Setelah analisis, design dan development, unit testing adalah cara lain untuk memikirkan skenario dan kesenjangan kode. Buatlah aturan, dan pastikan untuk selalu menulis unit test kode kita.
  • Lakukan review kode
Seperti unit testing, review kode adalah hal penting lainnya yang bisa membantu untuk menjadi seorang programmer yang baik dan handal. Kenapa? Karena kode review akan membantu, baik reviewer dan author. Reviewer akan memberikan masukan dan saran, sedengkan author (programmer) akan belajar dan memperbaiki kesalahannya.
  • Diskusi dengan sesama programmer
Jika membaca adalah cara pasif, maka berbicara adalah cara aktif. Berbicara dan berdiskusi dengan sesama programmer tentang suatu masalah bisa memberikan solusi yang lebih baik. Karena untuk menjadi programmer yang hebat kita tidak bisa berjalan sendiri dan hanya melihat dari satu sisi saja, kita butuh bertukar pikiran dengan programmer lain untuk mendapatkan pengetahuan dan pengalaman yang lebih baik.
  • Ikut berpartisipasi di Stack Overflow, forum, dan blog
Ini adalah bentuk lain dari aktivitas untuk meperluas pengetahuan. Dengan berbagi pengetahuan, orang pertama yang akan mendapat manfaatya adalah kita sendiri. Berpartisipasi di StackOverflow dan menjawab beberapa pertanyaan, komentar pada blog dan forum adalah cara yang bagus untuk meningkatkan pengetahuan dan dalam waktu yang sama juga bisa untuk mengoreksi kesalahan kita.
  • Modal awal untuk belajar pemrograman adalah Motivasi
Kalau motivasi untuk belajar motivasi besar, Selamat! Anda adalah calon seorang programmer handal. Fokus selanjutnya adalah mengasah skill untuk belajar pemrograman. Terus pertahankan motivasi yang telah dimiliki. Jangan sampai motivasi ini pupus ketika menemui kegagalan.
  • Jangan mudah menyerah
 Memang belajar pemrograman adalah tidak mudah. Butuh perjuangan, kerja keras, serta pengalaman (jam terbang). Jangan mudah menyerah ketika banyak error yang muncul ketika membuat program.
  • Jangan sekali-kali menganggap pemrograman itu adalah sepenuhnya pelajaran ‘Menghapal’.
Memang betul, menghapal juga diperlukan yaitu ketika menghapalkan sintaks dan aturan penulisan dalam program. Tapi secara prinsip, pemrograman adalah pelajaran cara berpikir dan logika bagaimana menyelesaikan masalah. 
  •  Jangan hanya menjadi tukang ketik.
 Ketika dosen memberikan contoh program di kelas atau ketika praktikum, jangan hanya memandang setiap barisan kode program tersebut sebagai angin lalu dan hanya Anda pindahkan ke kertas atau komputer. Kalau hanya demikian, sama halnya dengan belajar menjadi tukang ketik. Coba pahami setiap baris kode dan alur program yang dituliskan guru atau dosen Anda. Kalau sudah paham, coba tulis program menurut versi sendiri ke buku atau komputer. Apabila hal ini dilakukan, maka secara tidak sadar telah melatih logika berpikir dan belajar menuangkan logika berpikir ke dalam bentuk program.
  • Untuk mendukung pembelajaran, coba cari orang yang mau mengajari
Ketika menemui masalah dalam belajar pemrograman. Bisa teman dekat, teman di internet atau bahkan guru dan dosen atau siapapun yang dekat dan memahami hal yang ditanyakan.
  • Jangan mengandalkan tatap muka di kelas
Materi pemrograman sangatlah luas. Apa yang diberikan dosen ketika kuliah itu sangatlah kecil cakupannya dibandingkan keseluruhan ilmu pemrograman. Cobalah eksplorasi sendiri segala hal tentang pemrograman. Ada banyak referensi di internet yang membahas tentang tips dan trik serta teknik dalam pemrograman.
  • Carilah komunitas yang fokus dengan pemrograman
Di internet ada banyak forum diskusi via web atau mailing list yang membahas tentang pemrograman. Ingat bahwa orang yang sering bergaul dengan penjual minyak wangi maka dia akan ikut menjadi wangi. So, kita adopsi hal ini, banyak-banyaklah bergaul dengan orang dalam komunitas yang sama-sama interest dengan pemrograman.
  • Sangat disarankan memiliki komputer sendiri di rumah atau di kost.
Seperti yang telah saya jelaskan di atas bahwa untuk menguasai pemrograman butuh pengalaman dan jam terbang yang banyak dalam membuat progam. Kalau tidak memiliki komputer sendiri, bagaimana bisa menambah jam terbangnya? Untuk belajar pemrograman tidaklah harus membutuhkan komputer dengan spesifikasi tinggi. Cukup komputer Pentium III saja itu sudah bisa, kecuali belajar program yang memang butuh spesifikasi besar misalnya programan berbasis visual. Oya, jangan sekali-kali mengandalkan jam praktikum di laboratorium karena waktu penggunaannya sangat-sangat terbatas. Anggap saja ketika beli komputer adalah sebagai investasi jangka panjang. Yakinlah suatu saat modal untuk membeli komputer itu akan balik kembali, atau malah akan memberikan return of investment yang jauh lebih besar.
  • Jangan hanya mengandalkan catatan atau modul yang diberikan oleh dosen
Isi modul yang ditulis oleh dosen itu rata-rata masih sedikit kontennya. Berusahalah mencari referensi sendiri terkait dengan pemrograman. Toh saat ini sudah banyak buku-buku yang mengulas tentang pemrograman. Kalau ingin yang gratis, coba cari referensi di internet karena tersedia banyak free ebook yang bisa didownload. 
  • Sebagai pemrogrammer harus selalu ingat kepada yang maha kuasa, agar jangan lupa tetap menunaikan ibadah
Knowledge come from The Creator, semakin dekat anda dengan Tuhan, semakin berguna & enjoy dalam melakukan pemrograman. 
  • Seorang programmer harus bisa mengatur (memprogram) diri nya – self programming
Dalam hal kepribadianya, contoh : kapan waktu makan, kapan waktu tidur, kapan waktu beribadah, dan kapan waktu untuk berkumpul dengan keluarga – tidak coding terus. memprogram waktu dengan baik.  
  • Seorang orang programmer harus bisa menjaga kesehatan
Karena logika tidak bisa berjalan tanpa logistik, jadi makanan pun harus diperhatikan, teratur dan bergizi dengan begitu otak kita bisa berfikir secara jernih dan cerdas. 
  • Jangan hanya fokus untuk menguntungkan diri sendiri
Programer seperti itu adalah programer yg egois. Karena suatu saat ia harus mengetahui bakat yg ia gunakan, haruslah berguna bagi orang lain.
  • Layaknya seorang ilmuwan
Programer juga harus terus mencari permasalahan dalam suatu program dan mencari pemecahan atas masalah tersebut. 
  • Mulailah belajar pemrograman dengan logika-logika dasar yang kuat
Seorang programmer harus selalu bisa mengatasi masalah dan memberikan solusi selama itu masih logic, kecuali yang magic-magic lupakan saja, contoh: memindahkan monas ke papua / memindahkan tamanmini ke dalam saku. 
  • Jangan takut untuk gagal
Setiap programmer pasti pernah mengalami kesulitan / bahkan mengalami kegagalan dalam menyelesaikan suatu project. Maybe, itulah jalan menuju kesuksesan. Yang secara tidak langsung tanpa Anda sadari. 
  • Luangkan waktu sejenak untuk me-refresh otak, pikiran dan tenaga
Tak jarang programmer yang stres, terlalu memaksakan sistem kerja otak tanpa istirahat yang rutin, dikarenakan dikejar deadline. 
  • Jangan takut untuk “copy paste”
Tidak diharuskan seorang programmer menulis coding manual. Disamping untuk mempersingkat waktu, disini seorang programmer di tuntut untuk mengembangkan kreatifitas. Banyak atau bahkan hampir setiap programmer menggunakan berbagai macam template. 
  • Jangan hanya asal copy paste
Rata-rata orang yang asal copy paste program itu tidak berusaha memahami program yang dia copy. Coba pahami dahulu program yang diperoleh terutama pada algoritmanya, kalau bisa tulis kembali program tersebut menurut versi Anda. Boleh sih copy paste, asal juga berusaha memahami makna program di dalamnya. Syukur-syukur kalau Anda memodifikasi kode programnya. 
  • Jangan lupa mengamalkannya
Karena ilmu tidak diamalkan bagaikan pohon tidak berbuah, berbagilah (ilmu tidak akan habis walau dibagi kepada seberapa banyak orang) bahkan dengan ilmu derajat kita akan terangkat.


Share:

Postingan Populer

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

HTML dan CSS Dasar

Recent Posts

Unordered List

  • Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.
  • Aliquam tincidunt mauris eu risus.
  • Vestibulum auctor dapibus neque.

Pages

Theme Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.